Quickcount’s Weblog

Bibit: Kemenangan Ini Kehendak Rakyat

Calon Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, hasil perhitungan cepat yang menempatkannya di posisi teratas merupakan kehendak rakyat.

Dia menilai jika masyarakat Jawa Tengah tidak menghendakinya sebagai gubernur,tentu tidak akan memberikan suara kepadanya. “Semuanya kehendak rakyat,” ungkapnya sesaat setelah mengetahui hasil perhitungan cepat di rumahnya kemarin. Seusai mencoblos di TPS 15 Cacaban,Kota Magelang, mantan Pangkostrad ini memantau pelaksanaan pilgub lewat siaran televisi di rumahnya di Jalan Kiai Mojo 35, Cacaban,Kota Magelang yang berjarak sekitar 300 meter dari TPS.

Saat memantau siaran televisi tersebut, dirinya juga sudah melihat pernyataan cagub lainnya Bambang Sadono di televisi. “Saya kira dengan quick count tadi,Mas Bambang dan rekan-rekan Mas Bambang sependapat, sepaham bahwa quick count adalah hitungan akurat, bisa dipertanggungjawabkan,dan beliau menerima,” jelasnya.

Lelaki kelahiran Klaten,5 Agustus 1949 ini siap menjalin kerja sama dengan cagub yang posisinya di bawahnya. Menurutnya, dengan bahu-membahu, bekerja sama, dan saling menyumbang pikiran, Jawa Tengah akan bisa lebih baik. “Saya juga berharap semua kandidat bisa bersamasama membangun Jawa Tengah,” katanya. Selama ini dirinya sudah mempunyai sejumlah konsep untuk membangun Jawa Tengah.

Konsep tersebut telah dijabarkan dalam rancangan pembangunan jangka menengah yang sudah disampaikan kepada DPRD Jawa Tengah. “Namun semuanya seperti yang saya sampaikan, yakni Jawa Tengah yang semakin sejahtera.Konsep besarnya atau visinya seperti itu. Dalam visi itu, kita jabarkan dalam sejumlah misi,” sebutnya. Misi tersebut, lanjut Bibit, antara lain mewujudkan pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang profesional dan responsif.

Juga menitik-beratkan pada pembangunan di bidang ekonomi kerakyatan dengan pemberdayaan lahan pertanian dan usaha kecil mikro menengah, termasuk pemberdayaan sosial budaya yang di dalamnya ada masalah pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender,dan pariwisata. “Juga peningkatan SDM, karena di mana pun harus maju dengan SDM, maupun peningkatan pelayanan publik, semisal jalan yang mendukung roda perekonomian Jawa Tengah.

Terakhir, mewujudkan kondisi aman sehingga semuanya dipayungi masalah keamanan ini, sehingga masyarakat Jateng dengan tenang bisa membangun daerahnya,” jelasnya. Sementara itu, Bambang Sadono juga mengakui keunggulan Bibit “Harus diakui keunggulan itu, dan saya mengucapkan selamat kepada yang menang,” kata Bambang di kediamannya di Jalan Hanilo No 8, Perum Krapyak Indah, Semarang Barat.

Dia mengatakan, keunggulan suara pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih pada quick qount merupakan representasi dari hasil penghitungan suara yang sebenarnya. “Saya itu orang yang logis. Kalau quick qountseperti itu, ya nanti pasti tidak jauh dari itu,” katanya. Menurutnya, kekalahannya ini sudah diperkirakan sebelumnya.Ketika Sukawi Sutarip dan M Tamzil ikut maju dalam pilgub, diprediksikan suara yang akan didapatkannya berkurang.

“Pak Kawi dan Tamzil naik, itu bisa mengambil punya saya, karena konstituenya hampir mirip, sedangkan Pak Bibit kan solid,” ujarnya. Awalnya, perkiraan suara yang akan dia dapat 30% atau sama dengan yang akan didapat Bibit.Namun ketika Sukawi dan Tamzil naik, suaranya berkurang.

Dirinya mengaku legawa atas kekalahan ini. “Nggak apa, kita ini kan orang-orang politik, momentum politik tidak ini saja, ya seperti olahragawan itu, sekarang kalah, besok ada turnamen lagi, ya siap,” tandasnya. Dia menegaskan kekalahannya ini bukan merupakan kegagalan dari kerja Partai Golkar selaku pendukungnya. Mengingat dilihat dari angka yang didapat, yaitu sekitar 24%, maka ini sudah melebihi dari suara yang didapat Partai Golkar saat Pilpres 2004 lalu.

“Dulu kansuara Golkar 17%,” tegasnya. Bambang mengimbau kepada partai dan pendukungnya untuk menerima hasil penghitungan suara ini. “Beberapa tempat itu kan akhirnya milik Bibit, jadi agar teman- teman untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat suasana tidak kondusif, apa yang kita lakukan sudah maksimal dan inilah kenyataannya,” ungkapnya Pihaknya mengharapkan, semangat yang diusung mestinya yang menang didukung dan yang kalah dirangkul, sehingga ini akan membuat suasana Jateng kondusif. Seusai pilgub ini, Bambang akan melakukan kegiatan seperti biasanya.

“Setelah ini,ya kembali bekerja normal,” tambah Bambang yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jateng. Mengetahui di urutan terbawah, Agus Soeyitno menerima dengan lapang dada.Pihaknya mengakui sudah berusaha secara maksimal untuk meraup suara terbanyak dalam Pilgub Jateng. “Kalaupun hasilnya kurang maksimal, ya itu sudah kemampuan kita,” ungkap Agus kepada SINDO tadi malam.

Dia juga mengucapkan selamat kepada pasangan yang meraih suara terbanyak meski baru penghitungan cepat. Soal suara mencapai sekitar 40% yang dicapai Bibit Waluyo-Rustriningsih, dia menilai wajar. Menurut dia, keunggulan Bibit-Rustri tidak terlepas dari mesin politik dan semua perangkatnya berjalan dan solid. “Keunggulannya (Bibit- Rustri) berarti mesin politiknya bagus.

Semua perangkatnya berjalan dengan solid,” puji dia. Cagub Sukawi Sutarip mengaku sangat bisa menerima kemenangan pasangan Bibit-Rustri. Menurutnya, apa pun hasil pilgub harus dihormati karena merupakan pilihan rakyat. “Kami ucapkan selamat kepada Pak Bibit dan Bu Rustriningsih, karena sudah menjadi pilihan rakyat,” tegasnya.

Seusai pilgub, dia mengaku akan menjalankan tugasnya sehari-hari sebagai Wali Kota Semarang. Dia juga mengaku siap bekerja sama dengan gubernur dan wakil gubernur terpilih, untuk membesarkan Jawa Tengah.

Sindo | Monday, 23 June 2008

Juni 23, 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kartu Kuning Kedua Buat LSI Saiful Mujani

Sumber: Indo Pos, 12 Juni 2008

12/06/2008 21:24

 

Di tengah maraknya perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tanah air, peran lembaga survei cukup signifikan. Karena keberadaan mereka bisa menjadi poin awal sejumlah pasangan calon yang akan berlaga. Namun, apa jadinya jika peran yang mereka jalankan malah kebalikannya? Yakni, melansir data yang bertolak belakang dengan hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah setempat. Dan, kondisi itu telah terjadi di sejumlah Pilkada.

Menurut direktur eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar Bakri, beberapa kasus peran lembaga survei di Pilkada patut disesalkan. Seperti dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani dan Metro TV yang menyiarkan informasi tidak kredibel mengenai hasil akhir Pilkada Kalimantan Timur dalam acara Quick Count pada 26 Mei 2008 lalu.

Pada 10 Juni 2008, KPU Kaltim mengumumkan hasil akhir Pilkada Kaltim. Pasangan Awang Faroek Ishak-Farid Wadjdy (AFI) menempati posisi pertama dan pasangan AHmad Amins-Hadi Mulyadi (AHAD) di posisi kedua. Namun quick count Metro TV pada 26 Mei 2008 dan publikasi LSI Saiful Mujani di berbagai media menempatkan pasangan AHAD di posisi pertama dan pasangan AFI di posisi kedua.

Kesalahan rangking itu fatal dilihat dari kacamata kredibilitas informasi. Menariknya, kesalahan Metro TV dan Saiful Mujani ini bukan yang pertama. Sebelumnya, di Pilkada Sumatera Utara, 16 April 2008, quick count Metro TV dan LSI Saiful Mujani yang ditayangkan secara langsung menempatkan pasangan Ali Umri-Maratua Simanjuntak di peringkat keempat dan pasangan R.E. Siahaan-Suherdi di posisi kelima. Padahal, berdasarkan hasil KPU Sumut, justru kebalikannya. R.E Siahaan-Suherdi keempat dan ALi Umri-Maratua Simanjuntak kelima.

Atas kesalahan dan ketidakakuratan tersebut, Survey Watch LSN memberikan kartu kuning yang kedua bagi LSI Saiful Mujani dan Metro TV. Saiful Mujani dan Metro TV tidak bisa mengelak dengan mengatakan bahwa rangking pertama dan kedua itu berselisih dalam batas margin of error. Dalam kasus Pilkada Kaltim, LSI Denny JA yang disiarkan oleh TV One, yang juga mengerjakan quick count di hari yang sama, secara tepat menempatkan pasangan AFI di rangking pertama, dan ketiga pasangan lain sesuai urutan hasil resmi KPU Kaltim.

Dengan peringatan tersebut, Metro TV dan Saiful Mujani di masa datang diharapkan lebih hati-hati menyiarkan informasi quick count. Informasi quick count yang tidak akurat bukan saja dapat menurunkan kredibilitas Metro TV dan Saiful Mujani, namun dapat juga merusak citra lembaga survei pada umumnya. Sehingga, tidak akuratnya quick count LSI Saiful Mujani yang dijadikan basis informasi Metro TV tidak sesuai dengan slogan Metro TV sebagai “Election Channel” yang mengklaim “tercepat dan terakurat”. Kenyataannya, hasil quick count Metro TV dan LSI Saiful Mujani sering tidak akurat.

“Mengingat quick count telah menjadi fenomena baru dalam politik Indonesia, yang kehadirannya sangat dibutuhkan, baik oleh para pelaku politik maupun publik luas, maka sudah waktunya lembaga-lembaga survei penyelenggara quick count bertindak cermat dan tidak gegabah. Karena publikasi quick count yang tidak akurat dapat menyesatkan publik”ujar Umar Bakri.

Sudah saatnya publik tahu secara kritis, mana lembaga survei yang baik dan mana yang buruk. Perlu apresiasi terhadap lembaga yang kredibel. Dan sebaliknya terhadap lembaga surveiyang buruk, sudah saatnya diberi sanksi kendati sebatas moral.

Hasil Quick Count yang dilansir di Harian Kaltim Post, 27 Mei 2008.

Versi LSI Saiful Mujani Awang-Farid : 27.31% Nursyirwan-Heru :20.00% Amins-Hadi: 28.03% Jusuf-Luther: 24.66%

Versi LSI Denny JA Awang-Farid: 28.81% Nursyirwan-Heru :19.50% Amins-Hadi: 26.99% Jusuf-Luther: 24.69%

 

Juni 23, 2008 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.